Jumat, 14 Januari 2011

Anatomi dan Fisiologi Hati



Hati adalah kelenjar terbesar dalam tubuh, berat rata-rata sekitar 1500 gr atau 2% berat badan orang dewasa normal. Hati merupakan organ lunak yang lentur dan terbentuk oleh struktur sekitarnya. Bagian bawah hati berbentuk cekung dan merupakan atap dari ginjal kanan, lambung, penkreas, dan usus. Hati memiliki dua lobus utama yaitu kanan dan kiri. Setiap lobus terbagi menjadi struktur-struktur yang disebut sebagai lobules, yang merupakan mikroskopis dan fungsional organ. Hati manusia memiliki maksimal 100.000 lobulus.
Diantara lempengan sel hati terdapat kapiler-kapiler yang disebut sebagai sinusoid yang merupakan cabang vena porta dan arteria hepatica. Tidak seperti kapiler lain, sinusoid dibatasi oleh sel fagositik atau sel kupffer. Sel Kupffer merupakan system monosy makrofag, dan fungsi utamnya adalah menelan bakteri dan benda asing lain dalam darah. Sejumlah 50% makrofag dalam hati adalah sel Kupffer; sehingga hati merupakan salah satu organ penting dalam pertahanan melawan infasi bakteri dan agen toksik.
Hati memiliki dua sumber suplai darah dari saluran cerna dan limpa melalui vena porta hepatica, dan dari aorta melalui arteri hepatica. Sekitar sepertiga darah yang masuk adalah darah arteria dan dua pertiganya adalah darah vena dari vena porta. Volume total darah yang melewati hati setiap menitnya adalah 1500 ml dan dialirkan melalui vena hepatica kanan dan kiri, yang selanjutnya bermuara pada vena cava inferior. Selain merupakan organ prenkim yang paling besar. Hati sangat penting untuk mempertahankan hidup dan berperan dalam hampir setiap fungsi metabolic tubuh, dan terutama bertangung jawab atas lebih dari 500 aktivitas berbeda.
Fungsi utama hati adalah membentuk dan mengekskresikan empedu. Hati berperan penting dalam metabolism tiga makronutrien yang dihantarkan oleh vena porta pasca absorpsi dari usus. Fungsi metaboplisme hati yang lain adalah metabolism lemak; penimbun vitamin, besi, dan tembaga; konjugasi dan ekskresi steroid adrenal dan gonad, serta detoksifikasi sejumlah zat endogen (indol, skatol, dan fenol yang dihasilkan oleh kerja bakteri pada asam amino dalam usus besar) dan zat eksogen (morfin, fenobarbital). ( Price & Wilson,1995:426-427)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar